Minggu, 04 Desember 2016

Jika mendengar kata hikmah, menurutku hal yg paling dekat adalah ridho dan ikhlas. Jika kita sudah mau mengambil hikmah dari apa yg terjadinya tandanya kita ridho dan ikhlas sesuatu itu terjadi pada kita. Aku bkn termasuk org yg mudah ikhlas dan org yg mudah ridho tp aku ingin terus utk menjadi lbh ridho dan ikhlas sma ketentuan Allah.
Allah itu sudah menetapkan rejeki,jodoh,dan maut manusia. Tidak ada manusia yg mampu mengelak.
Bicara tentang jodoh, ketika jodohmu tak kunjung datang sesungguhnya Allah sedang mengujimu utk lbh ikhlas dan ridho sm ketentuan Allah. Tentu saja kamu bisa ambil hikmah dr semua itu. Kamu bisa mengisi hari harimu dg lbh mendekatkan diri kepada Nya sebelum Allah cemburu krn engkau lbh dkt dg suamimu, lbh mengkhusyukan sholatmu sebelum sholatmu harus diulangi saat kau mendengar tangis anakmu, lbh melipat gandakan sodakohmu sebelum uang yg akan kamu sodakohkan kau gunakan utk menyekolahkan anakmu, lbh mengadu di setiap sujud malammu sebelum kau adukan segalanya pada suamimu. Iya, hanya perlu bersabar, ridho dan ikhlas lalu ambil hikmahnya atas semua qodo dan qadar yg telah ditetapkan.

Kamis, 01 Desember 2016

Agar

Membiasakan agar terbiasa
Menertawakan agar tertawa
Mendiamkan agar terdiam
Membuat agar terbuat
Menganggap agar teranggap
Menjadi agar terjadi
Mencintai untuk dicintai

HIKMAH

Jika mendengar kata hikmah, menurutku hal yg paling dekat adalah ridho dan ikhlas. Jika kita sudah mau mengambil hikmah dari apa yg terjadinya tandanya kita ridho dan ikhlas sesuatu itu terjadi pada kita. Aku bkn termasuk org yg mudah ikhlas dan org yg mudah ridho tp aku ingin terus utk menjadi lbh ridho dan ikhlas sma ketentuan Allah.
Allah itu sudah menetapkan rejeki,jodoh,dan maut manusia. Tidak ada manusia yg mampu mengelak. Bicara tentang jodoh, ketika jodohmu tak kunjung datang sesungguhnya Allah sedang mengujimu utk lbh ikhlas dan ridho sm ketentun Allah. Tentu saja kamu bisa ambil hikmah dr semua itu. Kamu bisa mengisi hari harimu dg lbh mendekatkan diri kepada Nya sebelum Allah cemburu krn engkau lbh dkt dg suamimu, lbh mengkhusyukan sholatmu sebelum sholatmu harus diulangi saat kau mendengar tangis anakmu, lbh melipat gandakan sodakohmu sebelum uang yg akan kamu sodakohkan kau gunakan utk menyekolahkan anakmu, lbh mengadu di setiap sujud malammu sebelum kau adukan segalanya pada suamimu. Iya, hanya perlu bersabar, ridho dan ikhlas lalu ambil hikmahnya atas semua qodo dan qadar yg telah ditetapkan.

Jumat, 25 November 2016

Pertanyaan itu

Aku hampir saja bosan, mendengar tanya yang akupun tak tahu jawabnya
Aku hampir saja lelah, melambungkan mimpi yg aku tak tahu ujungnya
Tolong mengerti,aku pun punya rasa
Tolong pahami, akupun punya hati
Yg tak bs disentuh tp terasa sakitnya

Kamis, 02 Juli 2015

Tentang menjadi yang terbaik bukan mencari yang terbaik


Mungkin masa ini adalah masa sedang gencar-gencarnya untuk gadis berusia 23 tahun mencari pasangan yang terbaik.
https://wallmazryq.files.wordpress.com/2013/11/3551820586_390bbd6bc9.jpg?w=510
Kemarin saya pikir harus mencari pasangan yang terbaik, agar kelak dapat menjadi iman bagi keluarga. Baik yang saya maksudkan dalam hal sikap, pemikiran terutama dalam hal keimanannya. Dari kemarin saya terus mencoba cari yang terbaik, saya melihatnya dari berdikusi masalah agama. Kenapa saya memilih dengan diskusi agama? Karena saya ingin suatu saat jika berkeluarga nanti, pasangan saya akan menutupi kekurangan saya dengan kelebihannya, jika saya telat sholat saya harap ada yang mengingatkan atau sekedar mengingatkan saya ketika saya sedang menceritakan keburukan orang lain. Saya ingin pasangan saya juga mengajak kami (saya dan anak-anak kami kelak) membaca Al-Quran bersama setelah sholat bersama atau membangunkan di waktu sepertiga malam untuk tahajud bersama. Saya juga menginginkan pasangan saya nanti mendidik anak-anak kami dengan berpedoman pada agama, saya ingin anak saya nanti masuk pesantren, setidaknya ini untuk kebaikan anak kami kelak, karena zaman akan terus berubah.
Saya terus mencoba mencari yang terbaik. Tapi setelah saya pikir kembali kenapa saya mencari yang terbaik kalau saya sendiri tidak memperbaiki diri saya, saya tidak memantaskan diri saya agar mendapatan yang terbaik.
Menurut saya orang berumah tangga itu diibaratkan sebuah gelas dengan air. Misalnya kualitas pasangan kita adalah air dan kita gelasnya, bagaimana gelas diisi dengan air yang melebihi kapasitas gelas itu? Pasti air yang melebihi gelas itu akan jatuh sia-sia karena gelas tidak bisa menampungnya, nah agar kita bisa menampung air itu. Kita juga harus meningkatkan kualitas kita (kita menjadi gelas yang besar yang bisa menampung air itu agar tidak sia-sia).
Agar semuanya seimbang maka kita juga harus menjadi gelas yang siap menampung seeberapa besar volume air yang akan dimasukan, dengan menjadi gelas yang siap menampung maka tidak ada air yang sisia. Bukankah “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki- laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)”( Q.S AN-NUR:26).

Jadi yuks coba memperbaiki diri dan memantaskan diri untuk mendapatkan yang terbaik 

sendu

Bersama guratan cahaya senja pernah  aku titipkan mimpi pada wajahmu yang sendu,  entah kau masih mengingatnya atau tidak.
Mimpi itu masih nyata aku bayangkan meski kini sendumu jadi semu
Tentang rasa yang telah ku titipkan pada sebuah organ dalam tubuhmu yang kau sebut hati, masihkah kau menyimpan rasa itu dihatimu?
Ataukah telah engkau buang semua rasa itu dan kau gantikan dengan rasa baru?
Biar aku kejar senja itu sejauh apa dia lari asal kau masih disini, bersamaku, menikmati guratan cahaya sendu yang terbias di balik wajahmu.
Aku tak pernah lelah, bahkan jika aku harus jatuh berkali-kali asalkan kau masih disini, bersamaku, bercerita tentang mimpi mimpi yang pernah kita sematkan dalam angan-angan yang terpatri dalam asa.
Aku tak pernah lelah jika aku harus berjalan sejauh kau mau asalkan kau masih disini, bersamaku, bersedia menyandarkan kembali pundakmu, bersedia kembali menguratkan senyum bahkan tawa renyahku.
Biarlah mereka bilang aku bodoh, aku sungguh tak peduli, karena aku mencintaimu tanpa mereka tahu alasanku apa.
Karena terkadang ada rasa yang tak harus beralasan meski kadang ada sesak yang tak mampu terucapkan, biarlah mungkin aku memang bodoh.
Karena tanpamu aku seperti berjalan diatas udara, antara aku harus terbang atau aku harus jatuh tersungkur lalu menangis merasakan sakit yang kata orang hal itu biasa.

Sungguh aku rindu sendunya wajahmu bersama senja yang kini semu.........

Rabu, 10 Juni 2015

kutipan dari sabtu bersama bapak (adhitya mulya)

"membangun sebuah hubungan itu butuh dua orang yang solid. yang sama-sama kuat. bukan yang saling ngisi kelemahan. karena untuk menjadi kuat adalah tanggung jawab masing-masing orang, bukan tanggung jawab orang lain. find someone complimentary not supplementary"
menikah itu mengembang tanggung jawab lahir batin. bukan berarti seseorang harus kaya dulu sebelum menikah. tapi kalian harus punya rencana. punya persiapan.
ketika seorang laki-laki dan perempuan menikah, laki-laki itu meminta banyak dari perempuan
saya pilih kamu
tolong pilih saya, untuk menghabisakn sisa hidup kamu. dan saya akan menghabiskan sisa hisup saya bersama kamu.
percayakan hidup kamu pada saya. dan saya penuhi tugas saya padamu, nafkah lahir batin.
pindahkan baktimu. tidak lagi baktimu pada orangtuamu. baktimu sekarang pada saya.
so, kalau mau menikah pikirkan semuanya dengan matang ya gaeees :D

YAUDAHLAH!

Aku tak tau mengapa rasa ini terpatri begitu dalam, rasanya kesal sekali setiap aku meningatmu. Ah entahlah. Aku tak bisa berkata setiap tawa itu terukir dari wajahmu. Aku lihat kamu masih baik-baik ajah tanpa aku, kamu masih bahagia tertawa lepas bersama teman-teman sambil kau kepulkan asap rokok itu. Sementara aku masih menatapmu dengan tatapan penuh harap. Ah bodoh sekali wanita yang berada di depanmu ini, wanita yang berharap bisa berbincang banyak denganmu. Mungkin aku memang kurang menyenangkan sehingga kau bawa temanmu itu.
Sore itu aku mengajakmu bertemu, berharap kita akan berbincang dan aku akan meminta maaf dari kesalahanku itu. Dan salah besar, aku malah seperti orang yang tak kau kenal, kalau ingat itu aku seperti orang bodoh yang sangat bodoh. Ku terus bolak balikan hp ku mencoba mengusir semua rasa sedih dan sakit itu. Ah seandainya kamu tahu, aku masih berharap :’(.
Berharap kita bersama lagi, tertawa lagi tapi yaudahlah mungkin memang belum jodoh. Temanku berkata dia ajah biasa kenapa kamu malah sedih? *ah mendadak pengen nyanyi lagunya sheila on 7 mudah saja. Ya iyalah dia biasa saja, mungkin dia ada yang baru atau mungkin dia secepat itu mengubah rasa. Dari rasa manis ke pahit atau entahlah apa. Dia yang memulai dia juga yang mengakhiri. Kau tidak usah datang ke kehidupan seseorang kalau kau berniat pergi, tidakkah kau melihat wanita di depanmu yang masih berharap bisa duduk disampingmu, tertawa bersamamu lagi, smsan atau bbman sampai larut ngomongin hal-hal yang sangat tidak penting. Ah sialnya aku udah terlalu nyaman sama kamu boy!

Mungkin ini saatnya aku bilang YAUDAHLAH!

Minggu, 22 September 2013

Merindu Dalam Pekat Malam


Gerimis diluar terus menggelitik jemariku untuk merangkaikan kata rindu padamu yang jauh disana. Malam ini entah karena gerimis yang romantis atau karena kita terlalu lama berpisah, aku begitu merindumu.
Merindukan canda tawamu, merindukan rengekan manjamu, merindukan suara tegas khasmu dan merindukan semua tentang kita. Mungkin orang berpikir ini berlebihan, biarlah aku tak peduli. Mereka tak pernah merasakan sakitnya merindukan seseorang yang jauh dari kita, apalagi terpisah karena jarak.
Banyak cara orang megapresiasikan rindunya,dan ini adalah salah satu caraku meluapkan rindu ini. Dengan jemari yang terus menggelitik leptopku, kutuliskan rindu yang terus memaksaku dalam pekat malam. Rindu yang tak pernah bertepi, rindu yang terus mengalirkan air mata. Rindu yang kadang bermuara pada amara, ah!percayalah amarah itu hanya caraku merebut perhatianmu agar kamu mengerti aku sedang merindukanmu. Aku tak pernah bisa benar-benar marah padamu, karena itu sama saja aku menyiksa bagian terdalam dari hatiku.

Dalam pekatnya malam aku masih berharap Tuhan menghadirkan garis wajahmu dimimpiku, walaupun aku tau itu hanya akan menambah rinduku. Tapi dengan cara itu aku akan tahu kau berusaha datang dan menanggapi rinduku walau hanya dalam sekedar mimpi.

Kamis, 19 September 2013

Menyesalkah kamu atas pengabaianmu?

Kemana kamu saat aku butuh kamu? Kamu tak ada kan? Kamu selalu sibuk dengan pekerjaanmu, aku hanya prioritas kesekian dari kehidupanmu. Aku bukan mau dinomor satukan, tapi aku hanya meminta sedikit waktumu. Kalau kamu pikir aku egois, apa kamu tak lebih egois dari aku. Kamu selalu mementingkan kerja, kerja dan pekerjaanmu itu. Apa aku sudah tak penting lagi bagimu, apa aku sudah tak lagi berarti dalam hidupmu, atau aku hanya benalu yang selalu menganggu pekerjaanmu itu. Jika iya, biarlah aku pergi, agar kamu bisa tumbuh subur dengan pekerjaanmu itu, tanpa aku, tanpa benalumu.
Setiap aku merajuk meminta waktumu untukku, kamu selalu berkata “mengertilah ini demi masa depan kita”. Masa depan kita? Bagaimana mungkin kamu menjanjikan masa depan kita jika sekarang saja aku kau abaikan, bagaimana aku harus mempercayai janjimu itu jika sekarang saja aku kau duakan. Lihat saja kotak masuk di handphoneku, selama seminggu ini pesanmu bisa ku hitung  dengan hitungan jari. Lalu mengapa kamu berani menjanjikan masa depan, sedangkan sekarang saja kamu sudah berubah. Kemana kamu yang ku kenal dulu? Kemana janji yang selalu kau katakan bahwa kamu akan selalu menjadi yang ku kenal? Lupakah kamu pada semua janjimu itu?
Dulu tak semenitpun handphoneku tanpa pesanmu, dulu tak pernah seharipun aku lewati tanpamu. Dulu kamu selalu bisa meluangkan waktumu buatku, dulu setiap kamu pulang kerja kamu selalu mampir ke kosanku untuk sekedar melihat senyumku, walaupun aku tahu kamu lelah tapi kamu selalu ada buatku. Sayangnya itu dulu, ya dulu. Sekarang kamu jauh berbeda, kamu jauh dari yang kukenal dulu. Apakah aku yang salah, apakah aku yang terlalu peka? Ataukah kamu yang cuek, kamu yang tak sensitif, ataukah? Ah banyak sekali pertanyaan yang ingin ke tanyakan padamu namun masih ku simpan dalam benakku, karena aku sudah tak punya waktumu lagi.
Kamu sudah tak punya waktu untuk sekedar menemaniku melihat senja, padahal dulu kamu selalu duduk disampingku untuk melihat pemandangan indah yang selalu kita agung-agungkan yaitu senja. Apa kamu tak mau lagi melewati senja bersamaku? Mana canda tawamu yang dulu, aku rindu itu. Bukan wajah kusutmu yang  muram karena lelah bekerja. Mana sorot matamu yang selalu meneduhkanku, bukan mata merah yang lelah karena menatap komputer. Mana genggaman tangamu yang selalu menguatkan aku, bukan tangan yang selalu membawa kertas-kertas itu. Mana kamu yang dulu?
Kamu yang selalu ada di setiap lelahku, kamu yang selalu ada di setiap jatuhku, kamu yang selalu ada di setiap sepiku. Sekarang, kamu berbeda. Bahkan disetiap tangisku pun tak ada kamu yang biasanya mendekapku, menenangkanku, menghapus setiap bulir air mata yang jatuh dari pelupuk mataku.
Kemana kamu yang dulu? Apakah aku harus bertahan ditengah pengabaianmu? Ataukah pergi dengan yang baru, yang tak pernah menjanjikanku masa depan, tapi membuktikan semua perkataan. Mungkin memang aku harus pergi dengan yang baru yang selalu ada buatku, yang mampu membuktikan setiap perkataannya bukan sekedar janji masa depan, agar kamu menyesali pengabaianmu itu. Ah apakah kamu akan menyesal? Ataukah kamu akan tertawa riang karena kamu lepas dari benalumu. Aku sebenarnya tak mau tahu tentang itu karena aku sudah punya teman baru yang mampu menemaniku menikamti senja, teman baru itu bukan “sepi”, sekali lagi bukan, bukan “sepi” yang selalu menemaniku saat kamu tak ada. Sekarang teman baruku itu dia, yang mampu menghapus tangisku atas pengabaianmu, dia yang selalu ada di setiap lelahku menghadapi pengabaianmu, dia yang bisa membawaku kembali dalam kehidupanku sekarang, bukan kamu yang menjanjikan masa depan. Karena bagiku bukan sekedar masa depan seperti yang selalu kau janjikan dulu, tapi pembuktian masa sekarang. Dan dia, dia bisa membuktikan masa sekarang itu bukan dengan masa depan yang kita tak tahu.

Menyesalkah kamu atas pengabaianmu? Tentu iya, aku tahu itu, kamu sangat menyesalkan? Buktinya saja kamu selalu menelponku, kamu selalu meminta waktuku, kamu lupa ya aku sudah bukan milikmu lagi. Aku sudah menjadi milik dia yang tak pernah mengabaikanku, aku sudah tak akan meminta waktumu lagi, aku sudah membebaskanmu untuk hidup dalam pekerjaanmu itu. Aku sudah tak akan mengingatkanmu makan, aku sudah tak akan meningatkanmu minum vitamian, aku sudah tidak akan memintamu mengunjungiku lagi. Aku sudah tidak akan meminta tanganmu untuk menghapus air mataku, aku sudah tak akan menangisi pengabaianmu. Sekarang justru kamu kan yang menangis karena pengabaianku? Tak perlu kau ucapkaan lagi janji-janji masa depanmu itu karena aku telah teramat lelah atas pengabaianmu itu.

Model Artikulasi

Artikulasi atau articulate, terjemahan dalam kamus diartikan sebagai hal yang nyata, sesuatu yang benar diujarkan. Ujaran atau ucapannya benar menurut pembentukan pola ucapan setiap bunyi bahasa untuk membentuk kata.
Istilah artikulasi digunakan di lapangan dengan tidak dipermasalahkan, yang penting pelayanannya bisa dilakukan efektif kepada anak dengan tujuan agar upaya latihan ucapan dapat meningkatkan kekayaan dan kemampuan berbahasa anak . Kaitannya dengan pelaksanaan latihan/pembelajaran ucapan atau artikulasi tadi diartikan sebagai upaya agar anak pandai mengucapkan kata-kata atau bicara. Anak dilatih dengan harapan akan mampu dalam mengucapkan/mengujarkan kata-kata menjadi jelas pola ucapannya.
Sarana dan prasarana pembelajaran Artikulasi. Banyak faktor yang mempengaruhi kualitas pembelajaran artikulasi. Diantaranya yaitu:
1. Faktor anak dengan segala karakteristiknya, seperti perkembangan,  kognisi,     mental, emosi, social serta kepribadiannya.
2.  Faktor instrumental input, yaitu kualifikasi serta kelengkapan sarana yang diperlukan dalam pembelajaran, meliputi guru, metode, teknik, dan media, bahan sumber belajar, program dan tugas-tugas.
3. Faktor instrumental, yaitu situasi dan keadaan fisik, seperti letak sekolah, iklim, hubungan antar siswa-guru, siswa dengan orangtua, dan siswa dengan orang lain
   Model pembelajaran artikulasi merupakan model pembelajaran yang menuntut siswa aktif dalam pembelajaran dimana siswa dibentuk menjadi kelompok kecil yang masing-masing siswa dalam kelompok tersebut mempunyai tugas mewawancarai teman kelompoknya tentang materi yang baru dibahas. Konsep pemahaman sangat diperlukan dalam mode pembelajaran ini.          
Model pembelajaran Artikulasi merupakan model yang prosesnya seperti pesan berantai, artinya apa yang telah diberikan Guru, seorang siswa wajib meneruskan menjelaskannya pada siswa lain (pasangan kelompoknya). Di sinilah keunikan model pembelajaran ini. Siswa dituntut untuk bisa berperan sebagai ‘penerima pesan’ sekaligus berperan sebagai ‘penyampai pesan.’
Langkah-langkah Model Pembelajaran Artikulasi      :
1.      Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai.
2.      Guru menyajikan materi sebagaimana biasa.
3.      Untuk mengetahui daya serap siswa, bentuklah kelompok berpasangan dua orang.
4.      Menugaskan salah satu siswa dari pasangan itu menceritakan materi yang baru diterima dari guru dan pasangannya mendengar sambil membuat catatan-catatan kecil, kemudian berganti peran. Begitu juga kelompok lainnya.
5.      Menugaskan siswa secara bergiliran/diacak menyampaikan hasil wawancaranya dengan teman pasangannya sampai sebagian siswa sudah menyampaikan hasil wawancaranya.
6.      Guru mengulangi/menjelaskan kembali materi yang sekiranya belum dipahami siswa.
7.      Kesimpulan/penutup.
Karakter yang ada pada diri siswa setelah proses belajar dengan menggunakan model artikulasi ini adalah sebagai berikut :
1.      Siswa menjadi lebih mandiri
2.      Siswa bekerja dalam kelompok untuk menuntaskan materi belajar
3.      Penghargaan lebih berorientasi kelompok ketimbang individu
4.      Terjadi interaksi antar siswa dalam kelompok kecil
5.      Terjadi interaksi antar kelomppok kecil yang satu dengan lainnya.
6.      Tiap siswa mempunyai kesempatan berbicara atau tampil dimuka kelas untuk menyampaikan hasil diskusi kelompok mereka
Setiap model pembelajaran pasti memiliki kelebihan dan kekurangan dibandingkan dengan model pembelajaran lainnya. Begitupun dengan model pembelajaran artikulasi. Kelemahan dan kelebihan dari pembelajaran artikulasi ini antara lain:
Kelemahan dari model artikulasi :      
a.       Untuk mata pelajaran tertentu
b.      Waktu yang dibutuhkan banyak
c.       Materi yang didapat sedikit
d.      Banyak kelompok yang melapor dan perlu dimonitor
e.       Lebih sedikit ide yang muncul
f.       Jika ada perselisihan tidak ada penengah       
Kelebihan Model pembelajaran artikulasi adalah :
a.       Semua siswa terlibat (mendapat peran)
b.      Melatih kesiapan siswa
c.       Melatih daya serap pemahaman dari orang lain
d.      Cocok untuk tugas sederhana
e.       Interaksi lebih mudah
f.       Lebih mudah dan cepat membentuknya

g.      Meningkatkan partisipasi anak

Model Artikulasi

Artikulasi atau articulate, terjemahan dalam kamus diartikan sebagai hal yang nyata, sesuatu yang benar diujarkan. Ujaran atau ucapannya benar menurut pembentukan pola ucapan setiap bunyi bahasa untuk membentuk kata.
Istilah artikulasi digunakan di lapangan dengan tidak dipermasalahkan, yang penting pelayanannya bisa dilakukan efektif kepada anak dengan tujuan agar upaya latihan ucapan dapat meningkatkan kekayaan dan kemampuan berbahasa anak . Kaitannya dengan pelaksanaan latihan/pembelajaran ucapan atau artikulasi tadi diartikan sebagai upaya agar anak pandai mengucapkan kata-kata atau bicara. Anak dilatih dengan harapan akan mampu dalam mengucapkan/mengujarkan kata-kata menjadi jelas pola ucapannya.
Sarana dan prasarana pembelajaran Artikulasi. Banyak faktor yang mempengaruhi kualitas pembelajaran artikulasi. Diantaranya yaitu:
1. Faktor anak dengan segala karakteristiknya, seperti perkembangan,  kognisi,     mental, emosi, social serta kepribadiannya.
2.  Faktor instrumental input, yaitu kualifikasi serta kelengkapan sarana yang diperlukan dalam pembelajaran, meliputi guru, metode, teknik, dan media, bahan sumber belajar, program dan tugas-tugas.
3. Faktor instrumental, yaitu situasi dan keadaan fisik, seperti letak sekolah, iklim, hubungan antar siswa-guru, siswa dengan orangtua, dan siswa dengan orang lain
   Model pembelajaran artikulasi merupakan model pembelajaran yang menuntut siswa aktif dalam pembelajaran dimana siswa dibentuk menjadi kelompok kecil yang masing-masing siswa dalam kelompok tersebut mempunyai tugas mewawancarai teman kelompoknya tentang materi yang baru dibahas. Konsep pemahaman sangat diperlukan dalam mode pembelajaran ini.          
Model pembelajaran Artikulasi merupakan model yang prosesnya seperti pesan berantai, artinya apa yang telah diberikan Guru, seorang siswa wajib meneruskan menjelaskannya pada siswa lain (pasangan kelompoknya). Di sinilah keunikan model pembelajaran ini. Siswa dituntut untuk bisa berperan sebagai ‘penerima pesan’ sekaligus berperan sebagai ‘penyampai pesan.’
Langkah-langkah Model Pembelajaran Artikulasi      :
1.      Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai.
2.      Guru menyajikan materi sebagaimana biasa.
3.      Untuk mengetahui daya serap siswa, bentuklah kelompok berpasangan dua orang.
4.      Menugaskan salah satu siswa dari pasangan itu menceritakan materi yang baru diterima dari guru dan pasangannya mendengar sambil membuat catatan-catatan kecil, kemudian berganti peran. Begitu juga kelompok lainnya.
5.      Menugaskan siswa secara bergiliran/diacak menyampaikan hasil wawancaranya dengan teman pasangannya sampai sebagian siswa sudah menyampaikan hasil wawancaranya.
6.      Guru mengulangi/menjelaskan kembali materi yang sekiranya belum dipahami siswa.
7.      Kesimpulan/penutup.
Karakter yang ada pada diri siswa setelah proses belajar dengan menggunakan model artikulasi ini adalah sebagai berikut :
1.      Siswa menjadi lebih mandiri
2.      Siswa bekerja dalam kelompok untuk menuntaskan materi belajar
3.      Penghargaan lebih berorientasi kelompok ketimbang individu
4.      Terjadi interaksi antar siswa dalam kelompok kecil
5.      Terjadi interaksi antar kelomppok kecil yang satu dengan lainnya.
6.      Tiap siswa mempunyai kesempatan berbicara atau tampil dimuka kelas untuk menyampaikan hasil diskusi kelompok mereka
Setiap model pembelajaran pasti memiliki kelebihan dan kekurangan dibandingkan dengan model pembelajaran lainnya. Begitupun dengan model pembelajaran artikulasi. Kelemahan dan kelebihan dari pembelajaran artikulasi ini antara lain:
Kelemahan dari model artikulasi :      
a.       Untuk mata pelajaran tertentu
b.      Waktu yang dibutuhkan banyak
c.       Materi yang didapat sedikit
d.      Banyak kelompok yang melapor dan perlu dimonitor
e.       Lebih sedikit ide yang muncul
f.       Jika ada perselisihan tidak ada penengah       
Kelebihan Model pembelajaran artikulasi adalah :
a.       Semua siswa terlibat (mendapat peran)
b.      Melatih kesiapan siswa
c.       Melatih daya serap pemahaman dari orang lain
d.      Cocok untuk tugas sederhana
e.       Interaksi lebih mudah
f.       Lebih mudah dan cepat membentuknya

g.      Meningkatkan partisipasi anak

Model Artikulasi

Artikulasi atau articulate, terjemahan dalam kamus diartikan sebagai hal yang nyata, sesuatu yang benar diujarkan. Ujaran atau ucapannya benar menurut pembentukan pola ucapan setiap bunyi bahasa untuk membentuk kata.
Istilah artikulasi digunakan di lapangan dengan tidak dipermasalahkan, yang penting pelayanannya bisa dilakukan efektif kepada anak dengan tujuan agar upaya latihan ucapan dapat meningkatkan kekayaan dan kemampuan berbahasa anak . Kaitannya dengan pelaksanaan latihan/pembelajaran ucapan atau artikulasi tadi diartikan sebagai upaya agar anak pandai mengucapkan kata-kata atau bicara. Anak dilatih dengan harapan akan mampu dalam mengucapkan/mengujarkan kata-kata menjadi jelas pola ucapannya.
Sarana dan prasarana pembelajaran Artikulasi. Banyak faktor yang mempengaruhi kualitas pembelajaran artikulasi. Diantaranya yaitu:
1. Faktor anak dengan segala karakteristiknya, seperti perkembangan,  kognisi,     mental, emosi, social serta kepribadiannya.
2.  Faktor instrumental input, yaitu kualifikasi serta kelengkapan sarana yang diperlukan dalam pembelajaran, meliputi guru, metode, teknik, dan media, bahan sumber belajar, program dan tugas-tugas.
3. Faktor instrumental, yaitu situasi dan keadaan fisik, seperti letak sekolah, iklim, hubungan antar siswa-guru, siswa dengan orangtua, dan siswa dengan orang lain
   Model pembelajaran artikulasi merupakan model pembelajaran yang menuntut siswa aktif dalam pembelajaran dimana siswa dibentuk menjadi kelompok kecil yang masing-masing siswa dalam kelompok tersebut mempunyai tugas mewawancarai teman kelompoknya tentang materi yang baru dibahas. Konsep pemahaman sangat diperlukan dalam mode pembelajaran ini.          
Model pembelajaran Artikulasi merupakan model yang prosesnya seperti pesan berantai, artinya apa yang telah diberikan Guru, seorang siswa wajib meneruskan menjelaskannya pada siswa lain (pasangan kelompoknya). Di sinilah keunikan model pembelajaran ini. Siswa dituntut untuk bisa berperan sebagai ‘penerima pesan’ sekaligus berperan sebagai ‘penyampai pesan.’
Langkah-langkah Model Pembelajaran Artikulasi      :
1.      Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai.
2.      Guru menyajikan materi sebagaimana biasa.
3.      Untuk mengetahui daya serap siswa, bentuklah kelompok berpasangan dua orang.
4.      Menugaskan salah satu siswa dari pasangan itu menceritakan materi yang baru diterima dari guru dan pasangannya mendengar sambil membuat catatan-catatan kecil, kemudian berganti peran. Begitu juga kelompok lainnya.
5.      Menugaskan siswa secara bergiliran/diacak menyampaikan hasil wawancaranya dengan teman pasangannya sampai sebagian siswa sudah menyampaikan hasil wawancaranya.
6.      Guru mengulangi/menjelaskan kembali materi yang sekiranya belum dipahami siswa.
7.      Kesimpulan/penutup.
Karakter yang ada pada diri siswa setelah proses belajar dengan menggunakan model artikulasi ini adalah sebagai berikut :
1.      Siswa menjadi lebih mandiri
2.      Siswa bekerja dalam kelompok untuk menuntaskan materi belajar
3.      Penghargaan lebih berorientasi kelompok ketimbang individu
4.      Terjadi interaksi antar siswa dalam kelompok kecil
5.      Terjadi interaksi antar kelomppok kecil yang satu dengan lainnya.
6.      Tiap siswa mempunyai kesempatan berbicara atau tampil dimuka kelas untuk menyampaikan hasil diskusi kelompok mereka
Setiap model pembelajaran pasti memiliki kelebihan dan kekurangan dibandingkan dengan model pembelajaran lainnya. Begitupun dengan model pembelajaran artikulasi. Kelemahan dan kelebihan dari pembelajaran artikulasi ini antara lain:
Kelemahan dari model artikulasi :      
a.       Untuk mata pelajaran tertentu
b.      Waktu yang dibutuhkan banyak
c.       Materi yang didapat sedikit
d.      Banyak kelompok yang melapor dan perlu dimonitor
e.       Lebih sedikit ide yang muncul
f.       Jika ada perselisihan tidak ada penengah       
Kelebihan Model pembelajaran artikulasi adalah :
a.       Semua siswa terlibat (mendapat peran)
b.      Melatih kesiapan siswa
c.       Melatih daya serap pemahaman dari orang lain
d.      Cocok untuk tugas sederhana
e.       Interaksi lebih mudah
f.       Lebih mudah dan cepat membentuknya

g.      Meningkatkan partisipasi anak