Rabu, 17 April 2013

masih mengingat aku?




 Kita itu ibarat senja dan  sore, sore akan indah apabila ada senja tapi senja tidak ada apabila tak ada sore.

Kamu masih ingat aku? Iya aku yang dulu selalu jadi teristimewa untukmu, semoga kamu masih mengingatnya yah? Walaupun aku hanya mantanmu. Ya mantanmu! Kata yang sangat menyakitkan untukku. Masihkah kamu mengenangnya? Mengenang kita yang selalu menikmati senja bersama, mengenang kita yang selalu menghitung bintang di malam yang panjang, mengenang kita yang selalu tersenyum dalam gemuruh hujan. Masihkah kamu mengingatnya?
Kita itu ibarat senja dan  sore, sore akan indah apabila ada senja tapi senja tidak ada apabila tak ada sore. Kalimat yang selalu kau ucapkan setiap kita menikmati ciptaan agung Sang Pencipta yaitu senja.  Tapi itu dulu, sewaktu kita masih meniti mimpi kita, sekarang apakah kamu juga mengucapkan kalimat itu buat dia yang bersamamu.  
Dulu kita bersama lewati jalan yang begitu terjal, menapaki setiap jalan yang berlorong walau kadang duri menancap kuat di kaki kita, kita selalu saling menguatkan, terkadang air mata jatuh di saat kita berada di ujung yang sangat membuat kita terpuruk. Dulu kamu selalu bilang bahwa aku adalah wanita yang selalu menopangmu di saat kamu terperosok, memang benar. Aku yang selalu ada di saat kamu terpuruk, aku yang selalu membangkitkanmu di saat kamu jatuh, aku selalu mengusap air matamu di saat kamu sudah tak kuat menahan beban itu, aku selalu ada disaat lengahmu agar kamu tak terbuai dan aku yang selalu menyandarkan pundakku,  mendengarkan semua isi hatimu, menguatkan kerapuhanmu dan menegadahkan tanganku di setiap doaku. Aku yang selalu mengatakan bahwa kamu bisa mewujudkan semua mimpimu. Aku tak pernah lelah menghadapimu yang sedang marah, ah tapi itu dulu.
Sekarang kamu sudah bersama dia, apakah wanitamu sepertiku? Ataukah dia lebih dari yang telah aku berikan padamu ataukah kamu menyesal dengan wanitamu? Aku harap wanitamu itu lebih dariku walau sangat tidak mungkin, karena dia hanya tahu kamu saat kamu berada di puncak, dia tak pernah tahu dan tak pernah mau tahu bagaimana susahnya kamu mencapai puncak. Dia juga tak pernah tahu bahwa ada seorang wanita yang dulu selalu ada menemanimu di tengah tangisanmu. Dia tak pernah melihatmu menangis bukan? Tentu saja, karena hanya aku yang selalu bisa menghapus tangismu, membuat tawamu kembali, membuat senyummu kembali mengembang. Hanya aku kan yang bisa?
Dan kini kamu kembali datang, memintaku untuk menopangmu kembali, memintaku untuk meghapus air matamu, memintaku untuk disampingmu lagi menapaki jalan melewati bukit yang terjal hingga mencapai puncak, dan ketika kamu sudah mencapai puncak kamu akan bersama yang lain. Aku tak sebodoh itu, walau air matamu terus mengalir aku tak pernah lagi menghapusnya, aku tak kan bisa menjadi aku yang dulu untukmu. Kemana kamu disaat aku jatuh? Kemana kamu disaat aku tersungkur? Kemana kamu saat aku menangis, menjerit? Kamu pergikan dengan dia? Kamu tak peduli dengan aku, bahkan kamu tak pernah menganggap keberadaanku.
Kamu begitu sombong ketika berada di puncak, kamu begitu angkuh sekarang ketika  kamu berada di titik lemahmu, kamu memintaku lagi? Aku tak akan pernah menjadi aku yang dulu untukmu, aku yang bodoh dan selalu mengalah untukmu, aku yang bodoh yang selalu menguatkan orang yang tak tahu diri sepertimu!

Ditulis saat hujan dan penuh kabut di kamar kos (Cilimus, Bandung 18 April 2013 pukul 11.00 WIB

Kamis, 11 April 2013

Kota Kita







  Menyusuri setiap tapak jalan yang ada dalam kota kita, lalu kamu pahatkan kenangan di setiap jalan kota kita. Masihkah kamu mengingatnya?
Kota itu, kota kita. Aku selalu merindukannya, karena disetiap jengkal perjalanan cinta kita, kota itu yang banyak mengukir kenangan kita, bukan kota kelahiranku, bukan pula kota kelahiranmu, tapi kota kita. Ya kota kita, karena disana kita pernah meretas mimpi, mimpi bersama. Tapi itu dulu, dulu saat kita masih bersama, sekarang aku tak tahu masihkah kamu mengingat mimpi itu atau kamu sudah perlahan menghapusnya dari sela-sela memorimu. Bagaimana aku tahu kamu masih mengingat mimpi kita atau tidak, sedangkan kabarmu saja aku tak pernah tahu.
Sejak malam itu, malam terakhir kita bertemu di kota kita, kamu menghilang begitu saja. Aku kira kamu hanya bercanda kalau kamu akan pergi dan meninggalkanku. Tapi nyatanya aku salah, kamu benar-benar pergi, kamu benar-benar pergi dari kenangan yang ada dalam kota kita. Setiap hari, setiap minggu, setiap bulan aku menunggu kamu datang menjemputku dikotaku untuk mendatangi kota kita. Namun itu hanya sia-sia. Kamu tetap tak ada, kamu tetap menghilang bahkan kamu tak pernah mengabariku sedikitpun. Kamu benar-benar pergi dari hidupku, kamu dengan sempurna menghancurkan mimpi kita.
Pertama kali, kamu mengajakku mengunjungi kota kita. Menyusuri setiap tapak jalan yang ada dalam kota kita, lalu kamu pahatkan kenangan di setiap jalan kota kita. Masihkah kamu mengingatnya? Oh iya aku lupa, kamukan sudah menghapus sela-sela memori mimpi kita, mimpi kita yang begitu besar saja kamu hapus, apalagi kenangan kita yang begitu sepele menurutmu tapi begitu istimewa buatku, dengan mudahnya kamu hapus bukan? Ya, aku tahu kamu bukanlah aku, yang begitu sulit melupakan kenangan kita, kamu bukanlah aku yang terlalu dalam menyimpan banyak kenangan kita, dan kamu tak seperti aku yang mencintaimu begitu dalam. Cintamu hanya sekedar kata-kata, lalu kamu hapus kata-kata itu dengan lidah kelumu.
Sore ini adalah kali pertama aku mengunjungi kota kita lagi, setelah 3 tahun aku mencoba menghapus kota kita dalam otakku.  Sayangnya, aku tetap tak bisa menghapus segala yang ada dalam kota kita, salah satunya itu kamu, ya kamu. 5 tahun lalu aku injakkan kakiku dikota ini, kakiku terasa ringan, senyumku tak sedikitpun pudar, mataku terus jelalatan menangkap semua yang ada dikota ini, itu karena ada kamu disampingku. Namun sekarang kakiku rasanya berat sekali untuk menginjak tanah di kota kita ini, senyumku hanya untuk menutupi luka yang dulu ditorehkan oleh kota kita, ah bukan kota kita tapi oleh kamu. Lagi-lagi kamu, padahal aku ingin bercerita tentang kota kita, tapi mengapa hanya kamu yang aku tuliskan. Memang kamu dan kota kita begitu berkorelasi denganku.
Banyak yang berubah dengan kota kita, seperti  aku dan kamu yang begitu banyak berubah. Kini tak ada lagi sosok yang  tersenyum menyambutku di depan stasiun, kini tak ada lagi sosok yang akan melambaikan tangannya saat kereta mulai melaju, kini tak ada lagi sosok yang mengantarkanku ke pantai yang aku mau, sosok yang selalu mendekapku setiap aku akan pergi, sosok yang selalu mencubit ujung hidungku setiap kamu gemas, sosok yang, ah terlalu banyak kalau harus aku ceritakan sosok itu. Sosok itu ya kamu, sosok yang sering aku temui dikota kita dulu. Sekarang aku hanya ingin menemui senja di pantai di kota kita. Aku harap senja itu masih seindah dulu, ah apa akan tetap seindah dulu bila aku menikmatinya tanpamu? Rasanya tidak, meski sore itu aku lihat senja begitu indah,namun tak sesempurna kunikmati senja bila tanpa kamu.
Sore itu, ku coba menyusuri pantai kota kita, dengan gulungan ombak kecil yang menyapu kakiku serta desiran pasir halus yang bergelayutan. Ku coba duduk di hamparan pasir putih yang dulu sering kita tuliskan nama kita berdua, sekarang aku hanya duduk dipasir itu, kutuliskan namaku tapi tidak dengan namamu karena aku tahu aku sudah tidak berhak lagi menuliskan namamu berdampingan dengan namaku. Karena kini tahu kamu sudah dengan yang lain.
Tadi saat aku berjalan menyusuri pantai, tak sengaja aku temukan sosok itu, sosok yang selalu aku rindu, sosok yang telah meninggalkan luka tapi sosok yang masih ku harapkan sampai detik ini. Sosok itu adalah kamu, ya kamu! Sosok yang 5 tahun telah mewarnai hidupku, mengajarkanku tentang banyak hal termasuk tentang arti kehilangan. Kamu memang sudah mewujudkan mimpi itu di kota kita, kamu sudah menggapai mimpi itu, namun yang paling menyayat hatiku adalah kamu mewujudkan mimpi itu bukan bersamaku tapi bersama wanita lain pilihan ibumu.

Kamu tak bahagia tanpa aku


Aku masih bermimpi tentang kisah kita, tak peduli penghalang itu setinggi apa. Yang perlu kamu tau, aku begitu mencintaimu. Meski kadang kamu hampir menyerah ditengah perjalanan kita, tapi aku masih bisa tetap memperjuangkan KITA, agar selamanya KITA tetap menjadi KITA, tanpa terpisah menjadi aku dan kamu. 
Kita selalu berjalan beriringan, tanpa pernah berpisah sedikitpun, lalu apakah sekarang kita harus berjalan berlawanan hanya karena mereka. Mereka yang menentang kita, mereka yang tak pernah merasakan menjadi kita, mereka yang tak pernah tahu bahagianya kita bersama dan sakitnya kita bila kita tak beriringan lagi.
Aku akan melakukan apapun agar membuat kamu bahagia, tapi bukan dengan cara berpisah dengan kamu. Itu hal bodoh!!kalau aku membiarkanmu pergi, Karena aku tau kamu tidak akan bahagia tanpa aku, karena hanya aku yang bisa membuatmu senyum, karena hanya aku yang bisa membuatmu kuat dan karena hanya aku yang bisa membuatmu bahagia. Buktinya saja! Kamu menangis setiap hari selama seminggu aku tak disampingmu,karena aku ada kerja di luar kota dan terpaksa aku tinggalkan kamu di kota kita itu, kamu terus menuliskan pesan singkat kalau kamu merindukanku, apakah itu bukan bukti?, itu hanya bukti kecil. Banyak bukti lain yang membenarkan bahwa kamu takkan bahagia tanpa aku. Bukan aku kePDan, tapi itulah nyatanya. Pernah suatu waktu kamu menemuiku malam-malam, hanya karena aku bilang, aku belum makan, dan kamu membawakanku makanan malam-malam. Itu juga bukti betapa kamu menyayangiku, bukankah suatu hal yang luar biasa bila seorang wanita keluar tengah malam hanya untuk membawakan makanan buat pacarnya, itu hal yang sangat luar biasa. Dan itu bukti kecil betapa kamu menyayangiku, betapa kamu mengkhawatirkanku.
Lalu, kalau sekarang kamu menyerah, akan menjadi apa kamu?! Aku bukan egois, aku hanya takut kalau kamu tak bahagia tanpa aku. Aku sudah membayangkan apa jadinya kamu tanpa aku. Mungkin mereka berkata padamu bahwa melupakanku  hanya sebuah proses,dan waktu akan menyembuhkannya. Tapi yang menjadi pertanyaanku. Seberapa lama proses yang kamu butuhkan untuk melupakanku? Seumur hidup? Ya, pastinya seumur hidup kamu. Aku tahu walaupun banyak pria datang silih berganti di setiap sepimu, tapi aku tahu hanya aku yang bisa memecahkan rasa sepimu, mereka layaknya gelas pecah yang hanya bisa meleburkan kesepianmu sesaat, lalu setelah itu kamu masih terendap sepi tanpa aku. Kamu tak usah munafik, kamu tak usah berusaha tegar dihadapanku, karena aku tahu kamu melebihi kamu tahu diri kamu sendiri. Aku tahu betapa rapuhnya kamu, tanpa aku. Aku tahu setiap malam kamu tak bisa tidur memikirkan kita, bahkan tak jarang kamu menangis setiap kamu mau tidur. Aku ga bohong, apa kamu perlu bukti lagi? Lihat saja lingkar matamu, begitu hitam, wajahmu pucat, tak bercahaya, itu bukan karena kamu begadang mengerjakan tugasmu atau karena kamu melihat tv sampai larut malam. Tapi Itu bukti bahwa kamu tak bahagia bila tanpa aku. Lihat saja kamu yang dulu, kamu yang dulu bersama aku. Matamu selalu berbinar-binar, senyummu selalu mengembang, pipimu tak setirus sekarang, bahkan kamu yang dulu selalu lincah seperti anak kecil yang baru bisa berjalan. Bukankah semua itu bukan bukti kalau kamu tak bahagia tanpa aku.

Buat Aku Tersenyum


Datanglah sayang, dan biarkan ku berbaring
Di pelukanmu, walau untuk sejenak
Usaplah dahiku, dan ‘kan ku katakan semua

Bila ku lelah tetaplah disini,
jangan tinggalkan aku sendiri
Bila ku marah, biarkan ku bersandar,
jangan kau pergi untuk menghindar
Rasakan resahku, dan buat aku tersenyum
Dengan canda tawamu, walaupun ‘tuk sekejap
Kar’na hanya engkaulah, yang sanggup redakan aku
Kar’na engkaulah satu-satunya untukku,
dan pastikan kita s’lalu bersama
Kar’na dirimulah yang sanggup mengerti aku,
dalam susah ataupun senang

Dapatkah engkau s’lalu menjaga ku
Dan mampukah engkau mempertahankan ku
Sheila On7

Sabtu, 20 Oktober 2012

7 aspek kompetensi pedagogik

Kata 'Pedagogik' tidak akan asing di telinga guru, tetapi apakah semua guru memahami apa yang dimaksud dengan Kompetensi Pedagogik walau sebenarnya sudah pernah di lakukannya. Kompetensi Pedagogik pada dasarnya adalah kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran peserta didik. Kompetensi Pedagogik menjadi salah satu jenis kompetensi yang harus dikuasai guru.

Kompetensi Pedagogik merupakan kompetensi khas, yang akan membedakan guru dengan profesi lainnya. Penguasaan Kompetensi Pedagogik disertai dengan profesional akan menentukan tingkat keberhasilan proses dan hasil pembelajaran peserta didik.

Kompetensi Pedagogik diperoleh melalui upaya belajar secara terus menerus dan sistematis, baik pada masa pra jabatan (pendidikan calon guru) maupun selama dalam jabatan, yang didukung oleh bakat, minat dan potensi keguruan lainnya dari masing-masing individu yang bersangkutan.

Kompetensi Pedagogik yang menjadi salah satu materi yang diujikan dalam peniliaan kinerja guru, terdiri dari 7 aspek. Berikut adalah 7 aspek Kompetensi Pedagogik yang dikutip dari Pedoman Pelaksanaan Penilaian Kinerja Guru (PK Guru):

1. Mengenal Karakteristik Peserta Didik
Dalam aspek ini guru mampu mencatat dan menggunakan informasi tentang karakteristik peserta didik secara umum dan khusus untuk membantu proses pembelajaran. Karakteristik peserta didik ini terkait dengan aspek fisik, intelektual, sosial, emosional, moral, dan latar belakang sosial budaya. Beberapa indikator yang muncul dari penguasaan karakter peserta didik diantaranya:

  • Guru dapat mengidentifikasi karakteristik belajar setiap peserta didik di kelasnya,
  • Guru memastikan bahwa semua peserta didik mendapatkan kesempatan yang sama untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran,
  • Guru dapat mengatur kelas untuk memberikan kesempatan belajar yang sama pada semua peserta didik dengan kelainan fisik dan kemampuan belajar yang berbeda,
  • Guru mencoba mengetahui penyebab penyimpangan perilaku peserta didik untuk mencegah agar perilaku tersebut tidak merugikan peserta didik lainnya,
  • Guru membantu mengembangkan potensi dan mengatasi kekurangan peserta didik,
  • Guru memperhatikan peserta didik dengan kelemahan fisik tertentu agar dapat mengikuti aktivitas pembelajaran, sehingga peserta didik tersebut tidak termarjinalkan (tersisihkan, diolok‐olok, minder, dsb).

2. Menguasai Teori Belajar dan Prinsip‐prinsip Pembelajaran
Guru mampu menetapkan berbagai pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang mendidik secara kreatif dan efektif sesuai dengan standar kompetensi guru. Guru mampu menyesuaikan metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik dan mampu memotivasi mereka untuk belajar. Indikator yang harus tampak dari aspek ini adalah:
  • Guru memberi kesempatan kepada peserta didik untuk menguasai materi pembelajaran sesuai usia dan kemampuan belajarnya melalui pengaturan proses pembelajaran dan aktivitas yang bervariasi,
  • Guru selalu memastikan tingkat pemahaman peserta didik terhadap materi pembelajaran tertentu dan menyesuaikan aktivitas pembelajaran berikutnya berdasarkan tingkat pemahaman tersebut,
  • Guru dapat menjelaskan alasan pelaksanaan kegiatan/aktivitas yang dilakukannya, baik yang sesuai maupun yang berbeda dengan rencana, terkait keberhasilan pembelajaran,
  • Guru menggunakan berbagai teknik untuk memotiviasi kemauan belajar peserta didik,
  • Guru merencanakan kegiatan pembelajaran yang saling terkait satu sama lain, dengan memperhatikan tujuan pembelajaran maupun proses belajar peserta didik,
  • Guru memperhatikan respon peserta didik yang belum/kurang memahami materi pembelajaran yang diajarkan dan menggunakannya untuk memperbaiki rancangan pembelajaran berikutnya.

3. Mampu Mengembangkan Kurikulum
Dalam mengembangkan kurikulum guru harus mampu menyusun silabus sesuai dengan tujuan terpenting kurikulum dan membuat serta menggunakan RPP sesuai dengan tujuan dan lingkungan pembelajaran. Guru mampu memilih, menyusun, dan menata materi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Guru akan nampak mampu mengembangkan kurikulum jika:
  • Guru dapat menyusun silabus yang sesuai dengan kurikulum,
  • Guru merancang rencana pembelajaran yang sesuai dengan silabus untuk membahas materi ajar tertentu agar peserta didik dapat mencapai kompetensi dasar yang ditetapkan,
  • Guru mengikuti urutan materi pembelajaran dengan memperhatikan tujuan pembelajaran,
  • Guru memilih materi pembelajaran yang: (1) sesuai dengan tujuan pembelajaran, (2) tepat dan mutakhir, (3) sesuai dengan usia dan tingkat kemampuan belajar peserta didik, (4) dapat dilaksanakan di kelas dan (5) sesuai dengan konteks kehidupan sehari‐hari peserta didik.


4. Menciptakan Kegiatan Pembelajaran yang Mendidik
Guru mampu menyusun dan melaksanakan rancangan pembelajaran yang mendidik secara lengkap. Guru mampu melaksanakan kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan karakter peserta didik. Guru mampu menyusun dan menggunakan berbagai materi pembelajaran dan sumber belajar sesuai dengan karakteristik peserta didik. Jika relevan, guru memanfaatkan teknologi informasi komunikasi (TIK) untuk kepentingan pembelajaran. Indikator dari aspek ini adalah:
  • Guru melaksanakan aktivitas pembelajaran sesuai dengan rancangan yang telah disusun secara lengkap dan pelaksanaan aktivitas tersebut mengindikasikan bahwa guru mengerti tentang tujuannya,
  • Guru melaksanakan aktivitas pembelajaran yang bertujuan untuk membantu proses belajar peserta didik, bukan untuk menguji sehingga membuat peserta didik merasa tertekan,
  • Guru mengkomunikasikan informasi baru (misalnya materi tambahan) sesuai dengan usia dan tingkat kemampuan belajar peserta didik,
  • Guru menyikapi kesalahan yang dilakukan peserta didik sebagai tahapan proses pembelajaran, bukan semata‐mata kesalahan yang harus dikoreksi. Misalnya: dengan mengetahui terlebih dahulu peserta didik lain yang setuju/tidak setuju dengan jawaban tersebut, sebelum memberikan penjelasan tentang jawaban yamg benar,
  • Guru melaksanakan kegiatan pembelajaran sesuai isi kurikulum dan mengkaitkannya dengan konteks kehidupan sehari‐hari peserta didik,
  • Guru melakukan aktivitas pembelajaran secara bervariasi dengan waktu yang cukup untuk kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan usia dan tingkat kemampuan belajar dan mempertahankan perhatian peserta didik,
  • Guru mengelola kelas dengan efektif tanpa mendominasi atau sibuk dengan kegiatannya sendiri agar semua waktu peserta dapat termanfaatkan secara produktif,
  • Guru mampu audio‐visual (termasuk tik) untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran. Menyesuaikan aktivitas pembelajaran yang dirancang dengan kondisi kelas,
  • Guru memberikan banyak kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya, mempraktekkan dan berinteraksi dengan peserta didik lain,
  • Guru mengatur pelaksanaan aktivitas pembelajaran secara sistematis untuk membantu proses belajar peserta didik. Sebagaicontoh: guru menambah informasi baru setelah mengevaluasi pemahaman peserta didik terhadap materi sebelumnya, dan
  • Guru menggunakan alat bantu mengajar, dan/atau audio‐visual (termasuk tik) untuk meningkatkan motivasi belajar pesertadidik dalam mencapai tujuan pembelajaran.

5. Mengembangkan Potensi Peserta Didik
Guru dapat menganalisis potensi pembelajaran setiap peserta didik dan mengidentifikasi pengembangan potensi peserta didik melalui program pembelajaran yang mendukung siswa mengaktualisasikan potensi akademik, kepribadian, dan kreativitasnya sampai ada bukti jelas bahwa peserta didik mengaktualisasikan potensi mereka. Kemampuan mengembangkan postensi peserta didik ini akan nampak jika:
  • Guru menganalisis hasil belajar berdasarkan segala bentuk penilaian terhadap setiap peserta didik untuk mengetahui tingkat kemajuan masing‐masing.
  • Guru merancang dan melaksanakan aktivitas pembelajaran yang mendorong peserta didik untuk belajar sesuai dengan kecakapan dan pola belajar masing‐masing.
  • Guru merancang dan melaksanakan aktivitas pembelajaran untuk memunculkan daya kreativitas dan kemampuan berfikir kritis peserta didik.
  • Guru secara aktif membantu peserta didik dalam proses pembelajaran dengan memberikan perhatian kepada setiap individu.
  • Guru dapat mengidentifikasi dengan benar tentang bakat, minat, potensi, dan kesulitan belajar masing-masing peserta didik.
  • Guru memberikan kesempatan belajar kepada peserta didik sesuai dengan cara belajarnya masing-masing.
  • Guru memusatkan perhatian pada interaksi dengan peserta didik dan mendorongnya untuk memahami dan menggunakan informasi yang disampaikan.


6. Melakukan Komunikasi dengan Peserta Didik
Yang dimaksud adalah guru mampu berkomunikasi secara efektif, empatik dan santun dengan peserta didik dan bersikap antusias dan positif. Guru mampu memberikan respon yang lengkap dan relevan kepada komentar atau pertanyaan peserta didik. Berikut indikator adalah indikatornya:
  • Guru menggunakan pertanyaan untuk mengetahui pemahaman dan menjaga partisipasi peserta didik, termasuk memberikan pertanyaan terbuka yang menuntut peserta didik untuk menjawab dengan ide dan pengetahuan mereka.
  • Guru memberikan perhatian dan mendengarkan semua pertanyaan dan tanggapan peserta didik, tanpamenginterupsi, kecuali jika diperlukan untuk membantu atau mengklarifikasi pertanyaan/tanggapan tersebut.
  • Guru menanggapi pertanyaan peserta didik secara tepat, benar, dan mutakhir, sesuai tujuan pembelajaran dan isi kurikulum, tanpa mempermalukannya.
  • Guru menyajikan kegiatan pembelajaran yang dapat menumbuhkan kerja sama yang baik antarpeserta didik.
  • Guru mendengarkan dan memberikan perhatian terhadap semua jawaban peserta didik baik yang benar maupun yang dianggap salah untuk mengukur tingkat pemahaman peserta didik.
  • Guru memberikan perhatian terhadap pertanyaan peserta didik dan meresponnya secara lengkap danrelevan untuk menghilangkan kebingungan pada peserta didik.

7. Menilai dan Mengevaluasi Pembelajaran
Guru mampu menyelenggarakan penilaian proses dan hasil belajar secara berkesinambungan. Guru melakukan evaluasi atas efektivitas proses dan hasil belajar dan menggunakan informasi hasil penilaian dan evaluasi untuk merancang program remedial dan pengayaan. Guru mampu menggunakan hasil analisis penilaian dalam proses pembelajarannya. Kemampuan dalam aspek ini akan terlihat ketika:
  • Guru menyusun alat penilaian yang sesuai dengan tujuan pembelajaran untuk mencapai kompetensi tertentu seperti yang tertulis dalam RPP.
  • Guru melaksanakan penilaian dengan berbagai teknik dan jenis penilaian, selain penilaian formal yang dilaksanakan sekolah, dan mengumumkan hasil serta implikasinya kepada peserta didik, tentang tingkat pemahaman terhadap materi pembelajaran yang telah dan akan dipelajari.
  • Guru menganalisis hasil penilaian untuk mengidentifikasi topik/kompetensi dasar yang sulit sehingga diketahui kekuatan dan kelemahan masing‐masing peserta didik untuk keperluan remedial dan pengayaan.
  • Guru memanfaatkan masukan dari peserta didik dan merefleksikannya untuk meningkatkan pembelajaran selanjutnya, dan dapat membuktikannya melalui catatan, jurnal pembelajaran, rancangan pembelajaran, materi tambahan, dan sebagainya.
  • Guru memanfatkan hasil penilaian sebagai bahan penyusunan rancangan pembelajaran yang akan dilakukan selanjutnya.

Sumber: http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2012/01/29/kompetensi-pedagogilk-guru/

Mata pelajaran Bahasa Inggris akankan dihapuskan??

Pergantian kurikulum yang akan diterapkan tahun 2013 mendatang diberitakan akan menghapus mata pelajaran Bahasa Inggris untuk siswa Sekolah Dasar (SD). Sebelumnya memang pernah dikatakan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Kemendikbud, Suyanto bahwa hampir dipastikan untuk siswa SD hanya akan ada 7 mata pelajaran dari 11 mata pelajaran sebelumnya diajarkan di SD.

Dari 7 mata pelajaran yang akan diajarkan untuk siswa SD di kurikulum pendidikan baru 2013, Bahasa Inggris tidak termasuk di dalamnya. Wacana penghapusan mata pelajaran Bahasa Inggris pada kurikulum SD yang akan diterapkan pada tahun ajaran 2013/2014 menuai penolakan dari kalangan orang tua siswa.

Pengamat Pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Lody Paat mengatakan, Kemendikbud harus memiliki alasan yang ilmiah dan teoritis jika berniat mencoret mata pelajaran Bahasa Inggris untuk siswa SD.

Ia menjelaskan bahwa pengajaran Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran harusnya tidak dipermasalahkan. Namun jika penggunaan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar untuk semua mata pelajaran hal itu yang ditentang.

Semantara itu Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bidang Pendidikan Musliar Kasim mengatakan, pelajaran Bahasa Inggris tidak wajib untuk siswa SD. "Jadi, bukan dihapus. Ini karena di SD memang tidak ada pelajaran Bahasa Inggris," kata Musliar dikutip dari Kompas.com (17/10/2012).

Pelajaran Bahasa Inggris baru akan dimulai pada sekolah menengah pertama (SMP). Walaupun demikian demikian, Kemendikbud tidak membatasi jika ada sekolah dasar yang ingin menambah pelajaran dengan Bahasa Inggris.

Menurut Wamendikbud, Pada jenjang SD, anak-anak lebih membutuhkan pembelajaran Bahasa Indonesia. Dia menilai, selama ini anak-anak SD belum melafazkan huruf-huruf dengan baik, dan begitu pula apa arti filosofis dari kata itu. Kasihan jika anak-anak dipaksa untuk belajar Bahasa Inggris karena beban pelajaran mereka akan semakin berat.

Terkait polemik penghapusan mata pelajaran Bahasa Inggris dalam kurikulum SD pada tahun ajaran 2013/2014, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh, mengatakan bahwa semua kemungkinan itu dapat terjadi. Kementerian saat ini masih sedang melakukan pembahasan yang ditargetkan selesai pada akhir Oktober, sebelum dibahas bersama Wakil Presiden RI, Boediono.

Nuh menjelaskan bahwa pembahasan kurikulum baru ini terbagi dalam tiga fase, yaitu pembahasan di lingkungan kementerian, konsultasi dengan Wakil Presiden dan yang terakhir adalah uji publik. Bahasa Inggris sendiri direncanakan untuk dihapus, namun belum sampai pada tahap ketok palu.

"Tunggu saja. Nanti saya bilang nggak ada, ternyata ada kan repot. Ini masih dimatangkan lagi. Apakah ada hanya untuk siswa kelas 4-6 saja atau ada semua atau tidak ada semua," kata M Nuh dikutip dari Kompas.com (15/10/2012).

Terkait dengan wacana penghapusan mata pelajaran Bahasa Inggris dari kurikulum SD yang baru, bagaimana komentar Bapak Ibu? Setuju atau tidak? Tulis saja di kolom komentar!


Dipublikasikan Kamis, 18 Oktober 2012 oleh SekolahDasar.Net