"membangun sebuah hubungan itu butuh dua orang yang solid. yang sama-sama kuat. bukan yang saling ngisi kelemahan. karena untuk menjadi kuat adalah tanggung jawab masing-masing orang, bukan tanggung jawab orang lain. find someone complimentary not supplementary"
menikah itu mengembang tanggung jawab lahir batin. bukan berarti seseorang harus kaya dulu sebelum menikah. tapi kalian harus punya rencana. punya persiapan.
ketika seorang laki-laki dan perempuan menikah, laki-laki itu meminta banyak dari perempuan
saya pilih kamu
tolong pilih saya, untuk menghabisakn sisa hidup kamu. dan saya akan menghabiskan sisa hisup saya bersama kamu.
percayakan hidup kamu pada saya. dan saya penuhi tugas saya padamu, nafkah lahir batin.
pindahkan baktimu. tidak lagi baktimu pada orangtuamu. baktimu sekarang pada saya.
so, kalau mau menikah pikirkan semuanya dengan matang ya gaeees :D
Rabu, 10 Juni 2015
YAUDAHLAH!
Aku tak tau mengapa
rasa ini terpatri begitu dalam, rasanya kesal sekali setiap aku meningatmu. Ah entahlah.
Aku tak bisa berkata setiap tawa itu terukir dari wajahmu. Aku lihat kamu masih
baik-baik ajah tanpa aku, kamu masih bahagia tertawa lepas bersama teman-teman
sambil kau kepulkan asap rokok itu. Sementara aku masih menatapmu dengan
tatapan penuh harap. Ah bodoh sekali wanita yang berada di depanmu ini, wanita
yang berharap bisa berbincang banyak denganmu. Mungkin aku memang kurang
menyenangkan sehingga kau bawa temanmu itu.
Sore itu aku mengajakmu
bertemu, berharap kita akan berbincang dan aku akan meminta maaf dari
kesalahanku itu. Dan salah besar, aku malah seperti orang yang tak kau kenal,
kalau ingat itu aku seperti orang bodoh yang sangat bodoh. Ku terus bolak
balikan hp ku mencoba mengusir semua rasa sedih dan sakit itu. Ah seandainya
kamu tahu, aku masih berharap :’(.
Berharap kita bersama
lagi, tertawa lagi tapi yaudahlah mungkin memang belum jodoh. Temanku berkata
dia ajah biasa kenapa kamu malah sedih? *ah mendadak pengen nyanyi lagunya
sheila on 7 mudah saja. Ya iyalah dia biasa saja, mungkin dia ada yang baru
atau mungkin dia secepat itu mengubah rasa. Dari rasa manis ke pahit atau
entahlah apa. Dia yang memulai dia juga yang mengakhiri. Kau tidak usah datang
ke kehidupan seseorang kalau kau berniat pergi, tidakkah kau melihat wanita di
depanmu yang masih berharap bisa duduk disampingmu, tertawa bersamamu lagi,
smsan atau bbman sampai larut ngomongin hal-hal yang sangat tidak penting. Ah sialnya
aku udah terlalu nyaman sama kamu boy!
Mungkin ini saatnya aku
bilang YAUDAHLAH!
Minggu, 22 September 2013
Merindu Dalam Pekat Malam
Gerimis diluar terus menggelitik
jemariku untuk merangkaikan kata rindu padamu yang jauh disana. Malam ini entah
karena gerimis yang romantis atau karena kita terlalu lama berpisah, aku begitu
merindumu.
Merindukan canda tawamu, merindukan
rengekan manjamu, merindukan suara tegas khasmu dan merindukan semua tentang
kita. Mungkin orang berpikir ini berlebihan, biarlah aku tak peduli. Mereka tak
pernah merasakan sakitnya merindukan seseorang yang jauh dari kita, apalagi
terpisah karena jarak.
Banyak cara orang megapresiasikan
rindunya,dan ini adalah salah satu caraku meluapkan rindu ini. Dengan jemari
yang terus menggelitik leptopku, kutuliskan rindu yang terus memaksaku dalam
pekat malam. Rindu yang tak pernah bertepi, rindu yang terus mengalirkan air
mata. Rindu yang kadang bermuara pada amara, ah!percayalah amarah itu hanya
caraku merebut perhatianmu agar kamu mengerti aku sedang merindukanmu. Aku tak
pernah bisa benar-benar marah padamu, karena itu sama saja aku menyiksa bagian
terdalam dari hatiku.
Dalam pekatnya malam aku masih
berharap Tuhan menghadirkan garis wajahmu dimimpiku, walaupun aku tau itu hanya
akan menambah rinduku. Tapi dengan cara itu aku akan tahu kau berusaha datang
dan menanggapi rinduku walau hanya dalam sekedar mimpi.
Kamis, 19 September 2013
Menyesalkah kamu atas pengabaianmu?
Kemana kamu saat aku butuh kamu? Kamu tak
ada kan? Kamu selalu sibuk dengan pekerjaanmu, aku hanya prioritas kesekian
dari kehidupanmu. Aku bukan mau dinomor satukan, tapi aku hanya meminta sedikit
waktumu. Kalau kamu pikir aku egois, apa kamu tak lebih egois dari aku. Kamu
selalu mementingkan kerja, kerja dan pekerjaanmu itu. Apa aku sudah tak penting
lagi bagimu, apa aku sudah tak lagi berarti dalam hidupmu, atau aku hanya
benalu yang selalu menganggu pekerjaanmu itu. Jika iya, biarlah aku pergi, agar
kamu bisa tumbuh subur dengan pekerjaanmu itu, tanpa aku, tanpa benalumu.
Setiap aku merajuk meminta waktumu untukku,
kamu selalu berkata “mengertilah ini demi masa depan kita”. Masa depan kita?
Bagaimana mungkin kamu menjanjikan masa depan kita jika sekarang saja aku kau
abaikan, bagaimana aku harus mempercayai janjimu itu jika sekarang saja aku kau
duakan. Lihat saja kotak masuk di handphoneku, selama seminggu ini pesanmu bisa
ku hitung dengan hitungan jari. Lalu
mengapa kamu berani menjanjikan masa depan, sedangkan sekarang saja kamu sudah
berubah. Kemana kamu yang ku kenal dulu? Kemana janji yang selalu kau katakan
bahwa kamu akan selalu menjadi yang ku kenal? Lupakah kamu pada semua janjimu
itu?
Dulu tak semenitpun handphoneku tanpa
pesanmu, dulu tak pernah seharipun aku lewati tanpamu. Dulu kamu selalu bisa
meluangkan waktumu buatku, dulu setiap kamu pulang kerja kamu selalu mampir ke
kosanku untuk sekedar melihat senyumku, walaupun aku tahu kamu lelah tapi kamu
selalu ada buatku. Sayangnya itu dulu, ya dulu. Sekarang kamu jauh berbeda,
kamu jauh dari yang kukenal dulu. Apakah aku yang salah, apakah aku yang
terlalu peka? Ataukah kamu yang cuek, kamu yang tak sensitif, ataukah? Ah
banyak sekali pertanyaan yang ingin ke tanyakan padamu namun masih ku simpan
dalam benakku, karena aku sudah tak punya waktumu lagi.
Kamu sudah tak punya waktu untuk sekedar
menemaniku melihat senja, padahal dulu kamu selalu duduk disampingku untuk
melihat pemandangan indah yang selalu kita agung-agungkan yaitu senja. Apa kamu
tak mau lagi melewati senja bersamaku? Mana canda tawamu yang dulu, aku rindu
itu. Bukan wajah kusutmu yang muram
karena lelah bekerja. Mana sorot matamu yang selalu meneduhkanku, bukan mata
merah yang lelah karena menatap komputer. Mana genggaman tangamu yang selalu
menguatkan aku, bukan tangan yang selalu membawa kertas-kertas itu. Mana kamu
yang dulu?
Kamu yang selalu ada di setiap lelahku,
kamu yang selalu ada di setiap jatuhku, kamu yang selalu ada di setiap sepiku.
Sekarang, kamu berbeda. Bahkan disetiap tangisku pun tak ada kamu yang biasanya
mendekapku, menenangkanku, menghapus setiap bulir air mata yang jatuh dari
pelupuk mataku.
Kemana kamu yang dulu? Apakah aku harus
bertahan ditengah pengabaianmu? Ataukah pergi dengan yang baru, yang tak pernah
menjanjikanku masa depan, tapi membuktikan semua perkataan. Mungkin memang aku
harus pergi dengan yang baru yang selalu ada buatku, yang mampu membuktikan
setiap perkataannya bukan sekedar janji masa depan, agar kamu menyesali
pengabaianmu itu. Ah apakah kamu akan menyesal? Ataukah kamu akan tertawa riang
karena kamu lepas dari benalumu. Aku sebenarnya tak mau tahu tentang itu karena
aku sudah punya teman baru yang mampu menemaniku menikamti senja, teman baru
itu bukan “sepi”, sekali lagi bukan, bukan “sepi” yang selalu menemaniku saat
kamu tak ada. Sekarang teman baruku itu dia, yang mampu menghapus tangisku atas
pengabaianmu, dia yang selalu ada di setiap lelahku menghadapi pengabaianmu,
dia yang bisa membawaku kembali dalam kehidupanku sekarang, bukan kamu yang
menjanjikan masa depan. Karena bagiku bukan sekedar masa depan seperti yang
selalu kau janjikan dulu, tapi pembuktian masa sekarang. Dan dia, dia bisa
membuktikan masa sekarang itu bukan dengan masa depan yang kita tak tahu.
Menyesalkah kamu atas pengabaianmu? Tentu
iya, aku tahu itu, kamu sangat menyesalkan? Buktinya saja kamu selalu
menelponku, kamu selalu meminta waktuku, kamu lupa ya aku sudah bukan milikmu
lagi. Aku sudah menjadi milik dia yang tak pernah mengabaikanku, aku sudah tak
akan meminta waktumu lagi, aku sudah membebaskanmu untuk hidup dalam
pekerjaanmu itu. Aku sudah tak akan mengingatkanmu makan, aku sudah tak akan
meningatkanmu minum vitamian, aku sudah tidak akan memintamu mengunjungiku
lagi. Aku sudah tidak akan meminta tanganmu untuk menghapus air mataku, aku
sudah tak akan menangisi pengabaianmu. Sekarang justru kamu kan yang menangis
karena pengabaianku? Tak perlu kau ucapkaan lagi janji-janji masa depanmu itu
karena aku telah teramat lelah atas pengabaianmu itu.
Model Artikulasi
Artikulasi atau articulate,
terjemahan dalam kamus diartikan sebagai hal yang nyata, sesuatu yang benar
diujarkan. Ujaran atau ucapannya benar menurut pembentukan pola ucapan setiap
bunyi bahasa untuk membentuk kata.
Istilah artikulasi digunakan di
lapangan dengan tidak dipermasalahkan, yang penting pelayanannya bisa dilakukan
efektif kepada anak dengan tujuan agar upaya latihan ucapan dapat meningkatkan
kekayaan dan kemampuan berbahasa anak . Kaitannya dengan pelaksanaan latihan/pembelajaran
ucapan atau artikulasi tadi
diartikan sebagai upaya agar anak pandai mengucapkan kata-kata atau bicara.
Anak dilatih dengan harapan akan mampu dalam mengucapkan/mengujarkan kata-kata
menjadi jelas pola ucapannya.
Sarana dan prasarana pembelajaran
Artikulasi. Banyak faktor yang mempengaruhi kualitas pembelajaran artikulasi.
Diantaranya yaitu:
1. Faktor
anak dengan segala karakteristiknya, seperti perkembangan,
kognisi, mental, emosi, social serta kepribadiannya.
2. Faktor instrumental input, yaitu kualifikasi serta kelengkapan sarana yang
diperlukan dalam pembelajaran, meliputi guru, metode, teknik, dan media, bahan
sumber belajar, program dan tugas-tugas.
3. Faktor
instrumental, yaitu situasi dan keadaan fisik, seperti letak sekolah, iklim,
hubungan antar siswa-guru, siswa dengan orangtua, dan siswa dengan orang lain
Model
pembelajaran artikulasi merupakan model pembelajaran yang menuntut siswa aktif
dalam pembelajaran dimana siswa dibentuk menjadi kelompok kecil yang masing-masing
siswa dalam kelompok tersebut mempunyai tugas mewawancarai teman kelompoknya
tentang materi yang baru dibahas. Konsep pemahaman sangat diperlukan dalam mode
pembelajaran ini.
Model
pembelajaran Artikulasi merupakan model yang prosesnya seperti pesan berantai,
artinya apa yang telah diberikan Guru, seorang siswa wajib meneruskan
menjelaskannya pada siswa lain (pasangan kelompoknya). Di sinilah keunikan
model pembelajaran ini. Siswa dituntut untuk bisa berperan sebagai ‘penerima
pesan’ sekaligus berperan sebagai ‘penyampai pesan.’
Langkah-langkah
Model Pembelajaran Artikulasi
:
1.
Guru menyampaikan kompetensi yang
ingin dicapai.
2.
Guru menyajikan materi sebagaimana
biasa.
3.
Untuk mengetahui daya serap siswa,
bentuklah kelompok berpasangan dua orang.
4.
Menugaskan salah satu siswa dari
pasangan itu menceritakan materi yang baru diterima dari guru dan pasangannya
mendengar sambil membuat catatan-catatan kecil, kemudian berganti peran. Begitu
juga kelompok lainnya.
5.
Menugaskan siswa secara
bergiliran/diacak menyampaikan hasil wawancaranya dengan teman pasangannya
sampai sebagian siswa sudah menyampaikan hasil wawancaranya.
6.
Guru mengulangi/menjelaskan kembali
materi yang sekiranya belum dipahami siswa.
7.
Kesimpulan/penutup.
Karakter yang ada pada diri siswa setelah proses
belajar dengan menggunakan model artikulasi ini adalah sebagai berikut :
1.
Siswa menjadi lebih mandiri
2.
Siswa bekerja dalam kelompok untuk
menuntaskan materi belajar
3.
Penghargaan lebih berorientasi
kelompok ketimbang individu
4.
Terjadi interaksi antar siswa dalam
kelompok kecil
5.
Terjadi interaksi antar kelomppok
kecil yang satu dengan lainnya.
6.
Tiap siswa mempunyai kesempatan
berbicara atau tampil dimuka kelas untuk menyampaikan hasil diskusi kelompok
mereka
Setiap model pembelajaran pasti
memiliki kelebihan dan kekurangan dibandingkan dengan model pembelajaran
lainnya. Begitupun dengan model pembelajaran artikulasi. Kelemahan dan kelebihan dari pembelajaran artikulasi ini antara lain:
Kelemahan dari model
artikulasi :
a.
Untuk mata pelajaran tertentu
b.
Waktu yang dibutuhkan banyak
c.
Materi yang didapat sedikit
d.
Banyak kelompok yang melapor dan
perlu dimonitor
e.
Lebih sedikit ide yang muncul
f.
Jika ada perselisihan tidak ada
penengah
Kelebihan Model pembelajaran artikulasi adalah :
Kelebihan Model pembelajaran artikulasi adalah :
a.
Semua siswa terlibat (mendapat
peran)
b.
Melatih kesiapan siswa
c.
Melatih daya serap pemahaman dari
orang lain
d.
Cocok untuk
tugas sederhana
e.
Interaksi lebih mudah
f.
Lebih mudah
dan cepat membentuknya
g.
Meningkatkan partisipasi anak
Model Artikulasi
Artikulasi atau articulate,
terjemahan dalam kamus diartikan sebagai hal yang nyata, sesuatu yang benar
diujarkan. Ujaran atau ucapannya benar menurut pembentukan pola ucapan setiap
bunyi bahasa untuk membentuk kata.
Istilah artikulasi digunakan di
lapangan dengan tidak dipermasalahkan, yang penting pelayanannya bisa dilakukan
efektif kepada anak dengan tujuan agar upaya latihan ucapan dapat meningkatkan
kekayaan dan kemampuan berbahasa anak . Kaitannya dengan pelaksanaan latihan/pembelajaran
ucapan atau artikulasi tadi
diartikan sebagai upaya agar anak pandai mengucapkan kata-kata atau bicara.
Anak dilatih dengan harapan akan mampu dalam mengucapkan/mengujarkan kata-kata
menjadi jelas pola ucapannya.
Sarana dan prasarana pembelajaran
Artikulasi. Banyak faktor yang mempengaruhi kualitas pembelajaran artikulasi.
Diantaranya yaitu:
1. Faktor
anak dengan segala karakteristiknya, seperti perkembangan,
kognisi, mental, emosi, social serta kepribadiannya.
2. Faktor instrumental input, yaitu kualifikasi serta kelengkapan sarana yang
diperlukan dalam pembelajaran, meliputi guru, metode, teknik, dan media, bahan
sumber belajar, program dan tugas-tugas.
3. Faktor
instrumental, yaitu situasi dan keadaan fisik, seperti letak sekolah, iklim,
hubungan antar siswa-guru, siswa dengan orangtua, dan siswa dengan orang lain
Model
pembelajaran artikulasi merupakan model pembelajaran yang menuntut siswa aktif
dalam pembelajaran dimana siswa dibentuk menjadi kelompok kecil yang masing-masing
siswa dalam kelompok tersebut mempunyai tugas mewawancarai teman kelompoknya
tentang materi yang baru dibahas. Konsep pemahaman sangat diperlukan dalam mode
pembelajaran ini.
Model
pembelajaran Artikulasi merupakan model yang prosesnya seperti pesan berantai,
artinya apa yang telah diberikan Guru, seorang siswa wajib meneruskan
menjelaskannya pada siswa lain (pasangan kelompoknya). Di sinilah keunikan
model pembelajaran ini. Siswa dituntut untuk bisa berperan sebagai ‘penerima
pesan’ sekaligus berperan sebagai ‘penyampai pesan.’
Langkah-langkah
Model Pembelajaran Artikulasi
:
1.
Guru menyampaikan kompetensi yang
ingin dicapai.
2.
Guru menyajikan materi sebagaimana
biasa.
3.
Untuk mengetahui daya serap siswa,
bentuklah kelompok berpasangan dua orang.
4.
Menugaskan salah satu siswa dari
pasangan itu menceritakan materi yang baru diterima dari guru dan pasangannya
mendengar sambil membuat catatan-catatan kecil, kemudian berganti peran. Begitu
juga kelompok lainnya.
5.
Menugaskan siswa secara
bergiliran/diacak menyampaikan hasil wawancaranya dengan teman pasangannya
sampai sebagian siswa sudah menyampaikan hasil wawancaranya.
6.
Guru mengulangi/menjelaskan kembali
materi yang sekiranya belum dipahami siswa.
7.
Kesimpulan/penutup.
Karakter yang ada pada diri siswa setelah proses
belajar dengan menggunakan model artikulasi ini adalah sebagai berikut :
1.
Siswa menjadi lebih mandiri
2.
Siswa bekerja dalam kelompok untuk
menuntaskan materi belajar
3.
Penghargaan lebih berorientasi
kelompok ketimbang individu
4.
Terjadi interaksi antar siswa dalam
kelompok kecil
5.
Terjadi interaksi antar kelomppok
kecil yang satu dengan lainnya.
6.
Tiap siswa mempunyai kesempatan
berbicara atau tampil dimuka kelas untuk menyampaikan hasil diskusi kelompok
mereka
Setiap model pembelajaran pasti
memiliki kelebihan dan kekurangan dibandingkan dengan model pembelajaran
lainnya. Begitupun dengan model pembelajaran artikulasi. Kelemahan dan kelebihan dari pembelajaran artikulasi ini antara lain:
Kelemahan dari model
artikulasi :
a.
Untuk mata pelajaran tertentu
b.
Waktu yang dibutuhkan banyak
c.
Materi yang didapat sedikit
d.
Banyak kelompok yang melapor dan
perlu dimonitor
e.
Lebih sedikit ide yang muncul
f.
Jika ada perselisihan tidak ada
penengah
Kelebihan Model pembelajaran artikulasi adalah :
Kelebihan Model pembelajaran artikulasi adalah :
a.
Semua siswa terlibat (mendapat
peran)
b.
Melatih kesiapan siswa
c.
Melatih daya serap pemahaman dari
orang lain
d.
Cocok untuk
tugas sederhana
e.
Interaksi lebih mudah
f.
Lebih mudah
dan cepat membentuknya
g.
Meningkatkan partisipasi anak
Model Artikulasi
Artikulasi atau articulate,
terjemahan dalam kamus diartikan sebagai hal yang nyata, sesuatu yang benar
diujarkan. Ujaran atau ucapannya benar menurut pembentukan pola ucapan setiap
bunyi bahasa untuk membentuk kata.
Istilah artikulasi digunakan di
lapangan dengan tidak dipermasalahkan, yang penting pelayanannya bisa dilakukan
efektif kepada anak dengan tujuan agar upaya latihan ucapan dapat meningkatkan
kekayaan dan kemampuan berbahasa anak . Kaitannya dengan pelaksanaan latihan/pembelajaran
ucapan atau artikulasi tadi
diartikan sebagai upaya agar anak pandai mengucapkan kata-kata atau bicara.
Anak dilatih dengan harapan akan mampu dalam mengucapkan/mengujarkan kata-kata
menjadi jelas pola ucapannya.
Sarana dan prasarana pembelajaran
Artikulasi. Banyak faktor yang mempengaruhi kualitas pembelajaran artikulasi.
Diantaranya yaitu:
1. Faktor
anak dengan segala karakteristiknya, seperti perkembangan,
kognisi, mental, emosi, social serta kepribadiannya.
2. Faktor instrumental input, yaitu kualifikasi serta kelengkapan sarana yang
diperlukan dalam pembelajaran, meliputi guru, metode, teknik, dan media, bahan
sumber belajar, program dan tugas-tugas.
3. Faktor
instrumental, yaitu situasi dan keadaan fisik, seperti letak sekolah, iklim,
hubungan antar siswa-guru, siswa dengan orangtua, dan siswa dengan orang lain
Model
pembelajaran artikulasi merupakan model pembelajaran yang menuntut siswa aktif
dalam pembelajaran dimana siswa dibentuk menjadi kelompok kecil yang masing-masing
siswa dalam kelompok tersebut mempunyai tugas mewawancarai teman kelompoknya
tentang materi yang baru dibahas. Konsep pemahaman sangat diperlukan dalam mode
pembelajaran ini.
Model
pembelajaran Artikulasi merupakan model yang prosesnya seperti pesan berantai,
artinya apa yang telah diberikan Guru, seorang siswa wajib meneruskan
menjelaskannya pada siswa lain (pasangan kelompoknya). Di sinilah keunikan
model pembelajaran ini. Siswa dituntut untuk bisa berperan sebagai ‘penerima
pesan’ sekaligus berperan sebagai ‘penyampai pesan.’
Langkah-langkah
Model Pembelajaran Artikulasi
:
1.
Guru menyampaikan kompetensi yang
ingin dicapai.
2.
Guru menyajikan materi sebagaimana
biasa.
3.
Untuk mengetahui daya serap siswa,
bentuklah kelompok berpasangan dua orang.
4.
Menugaskan salah satu siswa dari
pasangan itu menceritakan materi yang baru diterima dari guru dan pasangannya
mendengar sambil membuat catatan-catatan kecil, kemudian berganti peran. Begitu
juga kelompok lainnya.
5.
Menugaskan siswa secara
bergiliran/diacak menyampaikan hasil wawancaranya dengan teman pasangannya
sampai sebagian siswa sudah menyampaikan hasil wawancaranya.
6.
Guru mengulangi/menjelaskan kembali
materi yang sekiranya belum dipahami siswa.
7.
Kesimpulan/penutup.
Karakter yang ada pada diri siswa setelah proses
belajar dengan menggunakan model artikulasi ini adalah sebagai berikut :
1.
Siswa menjadi lebih mandiri
2.
Siswa bekerja dalam kelompok untuk
menuntaskan materi belajar
3.
Penghargaan lebih berorientasi
kelompok ketimbang individu
4.
Terjadi interaksi antar siswa dalam
kelompok kecil
5.
Terjadi interaksi antar kelomppok
kecil yang satu dengan lainnya.
6.
Tiap siswa mempunyai kesempatan
berbicara atau tampil dimuka kelas untuk menyampaikan hasil diskusi kelompok
mereka
Setiap model pembelajaran pasti
memiliki kelebihan dan kekurangan dibandingkan dengan model pembelajaran
lainnya. Begitupun dengan model pembelajaran artikulasi. Kelemahan dan kelebihan dari pembelajaran artikulasi ini antara lain:
Kelemahan dari model
artikulasi :
a.
Untuk mata pelajaran tertentu
b.
Waktu yang dibutuhkan banyak
c.
Materi yang didapat sedikit
d.
Banyak kelompok yang melapor dan
perlu dimonitor
e.
Lebih sedikit ide yang muncul
f.
Jika ada perselisihan tidak ada
penengah
Kelebihan Model pembelajaran artikulasi adalah :
Kelebihan Model pembelajaran artikulasi adalah :
a.
Semua siswa terlibat (mendapat
peran)
b.
Melatih kesiapan siswa
c.
Melatih daya serap pemahaman dari
orang lain
d.
Cocok untuk
tugas sederhana
e.
Interaksi lebih mudah
f.
Lebih mudah
dan cepat membentuknya
g.
Meningkatkan partisipasi anak
Langganan:
Postingan (Atom)