Kamis, 02 Juli 2015

sendu

Bersama guratan cahaya senja pernah  aku titipkan mimpi pada wajahmu yang sendu,  entah kau masih mengingatnya atau tidak.
Mimpi itu masih nyata aku bayangkan meski kini sendumu jadi semu
Tentang rasa yang telah ku titipkan pada sebuah organ dalam tubuhmu yang kau sebut hati, masihkah kau menyimpan rasa itu dihatimu?
Ataukah telah engkau buang semua rasa itu dan kau gantikan dengan rasa baru?
Biar aku kejar senja itu sejauh apa dia lari asal kau masih disini, bersamaku, menikmati guratan cahaya sendu yang terbias di balik wajahmu.
Aku tak pernah lelah, bahkan jika aku harus jatuh berkali-kali asalkan kau masih disini, bersamaku, bercerita tentang mimpi mimpi yang pernah kita sematkan dalam angan-angan yang terpatri dalam asa.
Aku tak pernah lelah jika aku harus berjalan sejauh kau mau asalkan kau masih disini, bersamaku, bersedia menyandarkan kembali pundakmu, bersedia kembali menguratkan senyum bahkan tawa renyahku.
Biarlah mereka bilang aku bodoh, aku sungguh tak peduli, karena aku mencintaimu tanpa mereka tahu alasanku apa.
Karena terkadang ada rasa yang tak harus beralasan meski kadang ada sesak yang tak mampu terucapkan, biarlah mungkin aku memang bodoh.
Karena tanpamu aku seperti berjalan diatas udara, antara aku harus terbang atau aku harus jatuh tersungkur lalu menangis merasakan sakit yang kata orang hal itu biasa.

Sungguh aku rindu sendunya wajahmu bersama senja yang kini semu.........

Tidak ada komentar:

Posting Komentar